Powered By Blogger

Kanzen Kenko's bLog

Senin, Mei 03, 2010

Original Green Food

DETOKSIFIKASI

Dalam kehidupan modern, semakin kerasnya perubahan hidup membawa dampak pada semakin meningkatkan kasus penyakit-penyakit berbahaya, seperti misalnya kanker, diabetes, gagal ginjal, dan lain-lain berujung dengan kematian. Para pakar kesehatan berpendapat, bahwa sumber penyakit itu bukan pada mikroorganisme, tetapi karena tumpukan toksin (racun) dalam jangka waktu lama di tubuh sehingga merusak sel-sel jaringan/organ dan berakhir dengan munculnya berbagai penyakit degeneratif. Toksin juga merusak sistem imunitas, sehingga tubuh mudah terserang berbagai penyakit infeksi dari mikroorganisme.

Sangat mungkin anda pernah mendengar istilah detoksifikasi (detoks) karena belakangan ini banyak sekali produk yang mengklaim untuk tujuan ini. Sayangnya banyak orang yang mengetahui detoks hanya sebatas makna sempitnya saja. Alhasil banyak yang bingung saat berhadapan dengan berbagai produk/program detoks yang ditawarkan oleh dari berbagai perusahaan. Sebelum memilih program detoks ada baiknya anda memahami konsep detoks yang benar dan aman.

Toksin masuk ke dalam tubuh bahkan diproduksi oleh tubuh setiap saat di setiap sel tubuh. Namun tubuh juga dianugerahi kemampuan alami yang luar biasa untuk menetralkan dan mengeliminasi toksin ini. Artinya ”proses detoksifikasi terjadi disetiap sel”. Makin lemah fungsi dan integritas sel makin lemah pula kemampuannya dalam mengatasi toksin. Ini bermakna proses detoks ditingkat sel akan berlangsung maksimal apabila sel-sel berada dalam kondisi yang sehat/baik. Implikasinya memilih produk atau program detoks tanpa memperhatikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian hasilnya jauh dari maksimal alias sia-sia. Karena untuk meregenerasi dan memperbaiki sel dibutuhkan nutrisi yang lengkap terutama protein, berbagai vitamin dan mineral.

Perlu juga dipahami bahwa proses detoks melibatkan tiga sistem yaitu :
1. Filtration System / penyaringan :

melibatkan hati, ginjal, empedu, kulit dan uterus sebagai organ utama

2. Digestive System / Sistem Pencernaan :

duodenum (usus 12 jari), Kolon (usus besar), rektum (anus)

3. Endocrin system / Sistem Kelenjar :

Kelejar pineal, tiroid, paratiroid, timus, adrenal, testis, pankreas.

Selama proses detoks berlangsung HATI dan GINJAL adalah dua organ utama yang paling berat fungsinya karena racun/toksin akan masuk ke dalam organ ini untuk diolah kembali.

Toksin juga dapat menumpuk lebih banyak pada organ tertentu, sehingga berdasarkan tujuanya program/produk detoks dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu DETOKS MENYELURUH dan DETOKS PARSIAL. Detoks parsial hanya/lebih fokus pada organ tertentu saja, seperti Colon Cleansing atau program cuci usus. Detoks parsial dijalani jika seseorang mengalami kondisi khusus pada organ tertentu. Umumnya kerja program/produk detoks ini bereaksi agak/sangat kuat sehingga sebaiknya dilakukan atas saran dan dibawah pengawasan tenaga ahli/dokter untuk mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan. Lagipula tidak semua orang dapat menjalankan program detoks parsial. Seperti program/terapi cuci usus, program/produk ini hanya boleh selama jangka waktu tertentu saja. Anda yang mengalami tukak dan iritasi saluran cerna, polip kolon dan kanker usus tentu tidak dibenarkan menjalankan program/produk pembersihkan/cuci usus ini. Realitanya banyak produk cuci usus ini yang dijual bebas, malah disarankan diminum setiap hari untuk waktu yang tidak terbatas.

Jadi kurang tepat bila sebuah produk pembersihan usus/pencernaan mengusung istilah detoks tanpa mencantumkan kata colon cleansing karena kata detoks mengaju pada detoks sampai ke tingkat sel dan terjadi diseluruh sel tubuh, sedang cuci/pembersihan usus hanya di saluran pencernaan saja.

Berdasarkan kandungan bahan aktifnya, ada produk detoks yang berbasis nutrisi dan ada yang berbasis obat atau herbal. Detoks berbasis obat tentu memiliki efek yang kuat dan hanya dapat dijalani sesuai saran tenaga ahli/dokter. Sebaiknya demikian juga dengan herbal, walau herbal alami namun pada dasarnya berkhasiat seperti obat sehingga disarankan tidak dikonsumsi setiap hari. Sedang produk detoks berbasis nutrisi, sepanjang tidak mega dosis, amat sangat aman dikonsumsi setiap hari.

Sekarang menjadi jelas bahwa penumpukan toksin dan proses detoks terjadi diseluruh sel sehingga detoks yang sebenarnya adalah detoks sampai ke tingkat sel di seluruh sel-sel tubuh kita. Semoga penjelasan ini membantu anda dalam memilih produk yang tepat sesuai kondisi anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar